Jumat, Juli 12, 2013

Akhirnya, nikah juga :)

Cinta itu tak dapat didefinisikan.. hanya bisa dirasa..
kamu tidak akan bisa merasakan cinta seperti apa yang aku rasa, begitu juga sebaliknya aku kepada kamu..

Aku menikah...
Akhirnya aku sampai di sini,, setelah jengah dengan semua pertanyaan orang-orang yang selalu ingin tahu kehidupan orang lain, pertanyaan dari orang-orang yang sangat perhatian pada nasib kisah cinta aku dan dia.. Terlalu sarkas saya bicara begitu.. Negative thinking katanya. Mau bagaimana lagi, toh memang seperti itu alurnya, kalau tidak aku yang bertanya seperti itu pada orang lain, orang lain yang akan bertanya padaku.. Dengan atau tanpa niat seperti yang kupikirkan itu..

Finally.. aku menemukan jawaban akan pertanyaan dengan sejuta makna itu.. tanggalnya, penghulunya, undangannya, tukang dekorasinya, penjahit pakaian pengantinnya, tukang organ tunggalnya, tukang masaknya, bahkan penasehat perkawinannya..

Setelah semua rintangan dan hambatan terlewati, akhirnya kami menikah..

Sayup-sayup terdengar suara laki-laki melafadzkan ayat suci diikuti dengan suasana yang menjadi senyap, tak terdengar lagi derai tawa apalagi berbalas pantun, baki-baki yang berisi hantaran yang telah terhias cantik pun sudah dihantarkan ke dalam kamar tempat aku "disembunyikan", di adat kami, mempelai wanita belum boleh bertemu sang pujaan hati sebelum kata "Sah" diucapkan oleh para saksi..

Di dalam kamar itu.. saya sudah tampak nervous.. Otak saya bekerja, mengira-ngira apa yang terjadi di luar sana, bagaimana ia, calon suamiku itu, apakah dia gugup, apakah dia sudah berlatih semalam untuk mengucapkan dengan benar kalimat sakral yang dapat menjadikan kami berdua sepasang suami isteri, di depan ayahku sebagai wali nikah, para saksi, keluarga - keluarga dekat, dan para malaikat. Aku sangat - sangat berdoa agar dia lancar, mulutku berkomat-kamit meminta ridho kepada Allah swt untuk kelancaran ucapanmu, sayang..

Untuk diketahui, kami bukan termasuk pasangan yang beruntung yang bisa menghadiri undangan BP4 dari KUA, karena calon suamiku bekerja di Jakarta, sementara saya di Jambi, dan saya sedikit berkeberatan jika harus datang sendirian menghadirinya.

Kemudian, terdengar lirih suara beratnya mengikuti suara penghulu melafadzkan istighfar, dan syahadat.. Itu suara kamu bukan sayang? saya bertanya-tanya dalam hati, bahkan untuk mempertegas saya bertanya pada sahabat saya yang menemani kala itu.. "Ya, itu suara uki (nama kecil calon suamiku), masak ga tau suara laki sendiri?" ujar sahabatku sambil menggodaiku yang sangat kelihatan sekali gugupnya :)

Spontan, jantungku berdegup,. rasa grogi tiba-tiba menyelimuti pikiranku, yang sebelumnya bisa tertawa dan berfoto-foto ria bersama sahabat dan sepupu yang menemaniku di kamar pengantin, kini aku hanya bisa diam dan tertegun..
"sayang.. kamu pasti bisa.. kamu kan pintar sayang.." gumamku menenangkan diri.. sambil berkomat kamit mendoakan kelancaranmu.. :)

Tak berapa lama, ku dengar suaranya, tidak begitu jelas terdengar dari kamarku, yang terdengar olehku, dia tengah menyebut namaku.. Dan tiba - tiba, suasananya menjadi riuh, aku benar - benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, yang aku tahu seseorang menjemputku keluar, dan menyandingkan aku bersama seorang pria yang ku kenal, seorang pria yang selama ini kucintai.

Alhamdulillah.. sudah sampai disini rupanya mimpiku terwujud.. Trimakasih ya Allah..
Penantian yang penuh kesabaran itu berbuah manis.. Sujud syukur pada Maha Cinta yang memberikan ridho Nya untuk kami.. Dengan ujian apapun, berhasil kami lewati.. Trimakasih ya Rabb..

Sebuah meja kecil, dan beberapa kertas juga sebuah pena terletak di hadapanku sekarang, aku masih dalam setengah tidak percaya, lelaki itu, yang kini kusebut suamiku, membacakan banyak kalimat pada sebuah kertas yang diberikan oleh pak penghulu, isinya adalah janji - janji suami terhadap istri. Dan kemudian diikuti dengan tanda tangan di sebuah kertas, serta di buku nikah - buku berwarna hijau dan coklat sebagai bukti bahwa secara hukum pun kami telah direstui..

Diakhiri dengan acara sungkeman, sebagai wujud syukur dan trimakasih kami kepada orang tua kami atas jasa dan kasih sayang mereka selama ini, dan pada semua pihak yang telah memberikan doa dan restu kepada kami..

Pada akhirnya, kita akan menemukan kebahagiaan.. cepat atau lambat.. rasanya sama saja, tidak ada bedanya, jadi percuma saja jika kita memaksakan untuk dipercepat, baiknya kita jalani saja dan biarkan mengalir seperti yang dikehendaki Tuhan :)

Jika kebahagiaan itu datang, maka ingatlah usaha yang kau lakukan demi memperolehnya tidaklah mudah, jagalah kebahagiaan itu..

Dan jika kebahagiaan itu tidak kunjung datang, maka percayalah itu bukan akhir dari ceritamu, teruslah bersabar dalam ikhtiar dan do'a.. Hanya Allah swt yang tau di episode atau bab mana kebahagiaan itu akan menghampirimu.. :)



Jumat, Juni 08, 2012

Belajar Ilmu Ikhlas

Beberapa hari ini gw uring-uringan banget.

Tiap malam gw ga pernah bisa tidur lagi seperti biasa. Biasanya gw tidur nyenyak kayak bayi, sebelum jam 12 malam mata gw udah kriyip-kriyip, tapi sekarang gw baru bisa tidur kalau matahari udah naek separoh.. :(

Kerjaan gw selama itu?? gw baca - baca blog, dan nulis. harusnya sieh gw standby di socmed kayak biasa, apdet status n twit, tapi gw lagi males banget curhat di socmed. terakhir gw curhat gw lagi galau banget karena blom juga dapet kerjaan, tapi setelah itu gw merasa malu sendiri.. bayangan kalo seluruh orang tau kalo LO JOBLESS dan lo jadi galau karena itu, bikin tambah galau.. walopun gw jobless, gengsi gw masih tinggi bung! Apa kata dunia???

Hari gini??? JOBLESS?? haloooo.. temen-temen gw udah pada punya anak dan kerjaan tetap.. gw msh cari kerjaan aja.. dan masih single pula (karena pacar gw blom mau ngajak gw merit karena gw ga punya kerja) :(  tapi setidaknya ga ngenes bangetlah, gw masih punya pacar :)

See?? Gimana gw ga Galauuu.. Lingkungan gw geraknya cepet banget..

Gw semakin galau aja sejak baca pengumuman tes online seleksi karyawan suatu BUMN, yang kenyataannya kyk yang ada di foto ini :

 
dinyatakan tidak memenuhi kriteria :((

Akhirnya jadwal tidur gw yang kacau berdampak pada jadwal makan gw. Gw baru bisa keluar kamar buat beli makan setelah gw bangun tidur (ya iyalah masak sambil tidur), dan itu udah pukul 5 sore bahkan kalo gw lagi naas banget gw baru bangun jam 7 malam setelah maghrib.  

Hari ini, gw bangun tidur jam 5 sore, dan gw udah laper banget. Yang gw pikirin soto mie bakso super pedes dan mie goreng pedesss.. dengan terseok-seok saking lemesnya, gw brangkat gw wujudin smua keinginan gw itu. Gw makan 2 menu sekaligus, yang satunya dibungkus, biar ga keliatan banget rakusnya,, haha

Sialnya, gw menderita di tengah malam, karena gw ga tidur jadi penderitaannya berasa bangetttt... sakit perut bukan kepalang.. gw mules.. gw udah nungging-nungging tapi ga ilang mulesnya, dan akhirnya setelah berpikir panjang.. gw mutusin buat boker (keputusan yang gw pikir tepat waktu itu), dan bener banget gw memang butuh boker ternyata :)

Sambil boker dengan tenang gw ga sengaja mikir apa yang bikin gw sampe menderita begini. Sambil manyun-manyun, gw pun ingat penyebabnya tidak lain tidak bukan adalah makanan gw tadi, gw makan makanan pedes saking pedesnya ampe berasa pas gw ngeluarin ampasnya.. hehehe..

Setelah agak reda, gw lanjut lagi ke tempat tidur, memangku mesra kembali netbook dan ngebloging sambil kirim-kirim lamaran lagi via online.. berusaha survive dan move on :) 

Ga berasa hari semakin pagi, gw terbuai dengan aktivitas online gw. Memang saat galau hal terbaik buat gw adalah Game dan Online. Bener-bener sukses bikin gw jauh dari realita. 

Ahh,, mendadak perasaan gw jadi ga enak, di tengah asyik ketawa ketiwi sendiri ngeblogging, gejolak yang tadi datang lagi, dari sumber yang sama, kali ini lebih dahsyat. Gw ga lama-lama lagi mikirin boker-ga-boker-ga. 

Gw pun kembali boker dengan tenang dan aneh suatu perasaan muncul tiba-tiba.Perasaan yang bukan main bikin gw nyaman banget,, perasaan lega luar biasa, seperti perasaan waktu lo nyerahin seluruh yang lo punya buat orang lain, meskipun lo merasa berat dan sakit buat ngelepasnya, tapi setelah lo melepaskan nya, malah lo bersyukur pada Tuhan.. U said Thanks God.. dan mendadak dada lo berasa plong banget ga ada yang mengganjal lagi.. (tapi untuk kasus yang ini, perut lo yang berasa plong) :p

Ahh.. akhirnya gw ngerti seperti apa ilmu ikhlas itu.. :) 

Dari kejadian ini, gw menyadari dua hal :
- Positifnya  : Gw belajar ilmu ikhlas
- Negatifnya : Gw belajar di tempat yang ga tepat, semoga gw ga dicekal :)


Yah.. walaupun gw belajar ilmu ikhlas dari suatu kegiatan yang ga elit banget, bahkan suatu yang hina (ya ampun kesannya) namun ini adalah hal yang manusiawi banget, hampir setiap hari lo lakuin hal ini, tapi lo ga menyadari ada hal yang berharga yang bisa dipelajari, bahwa ikhlas itu rasanya nikmat loh. Emang sie awalnya sakit, tapi setelah itu rasanya lega banget.. lo bisa move on dan melihat dunia kembali baru *mendadakcurhat* :p

Coba aja deh,, sekali-kali lo hayatin juga tiap moment nya. :) hihihihhi...

Mungkin ini yang kata orang-orang..
kadangkala disaat boker lo bisa dapat insight  :)))



have nice day universe..



Kamis, Juni 07, 2012

Ruang Tunggu Dokter Gigi


Pagi itu..
Suasana cerah, matahari menerangi bumi sebagaimana biasanya, siang masih berwarna seperti adanya, tak ada rencana mendung tampaknya dari sang awan, mereka bergumul mesra dan akur satu sama lain..
Dan aq melangkahkan kaki menikmati lukisan Tuhan hari ini menuju satu tempat..
Tempat yang mungkin tak disukai kebanyakan orang, tempat yang memiliki bau khas yang memberikan memori tertentu untuk sebagian orang, ketika mencium baunya mereka akan ingat dengan tempat ini, tempat dimana gumulan orang yang digeregoti rasa sakit datang untuk mencari harapan dan kabar gembira tentang kesembuhan..
Disinilah tempat yang orang-orang jaman kini menyadari bahwa Sehat itu mahal, kesinilah aku menuju.

Setelah mendapati kartu antrian, dan mengikuti beberapa teknis yang dianjurkan oleh salah seorang dari mereka yang duduk manis dan repot dengan urusan administrasi, berkas-berkas, serta berbagai kartu yang memenuhi meja kerja mereka, aq pun berangsur pergi menghilang dari hadapan mereka, melewati lorong-lorong dan anak-anak tangga.

Sampailah pada suatu ruang, di pojokan rumah sakit itu. Sudah ada beberapa yang duduk d ruang tunggu. Ah, hatiku sudah tak karu-karuan. Aq ingin pulang saja, tanganku dingin dan aq hanya pergi sendiri, seandainya ada mama disampingku, seperti anak kecil itu.. wajahnya seperti tak mengguratkan ketakutan.. ia mungkin tak memikirkan apa yang akan terjadi didalam sana.. anak perempuan dengan baju merah tanpa lengan itu pasti belum pernah kemari.. gumamku dalam hati sambil membunuh waktu.

Aq masih menunggu, satu persatu orang akan bergantian masuk ke dalam ruangan itu. Samar-samar pun terdengar suara yang membuatku merasa nyilu. Aq bergidik dan mulai berpikir kembali, “Apa yang kulakukan? Aq takkan sanggup melaluinya.” Sambil melirik ke beberapa orang lain yang mengantri di ruang tunggu ini. Ada rasa deg-degan terlukis di wajah-wajah mereka yang menjelma dari harapan-harapan “semoga tidak apa-apa” “semoga bisa segera sembuh”. Ya, seperti diriku saat ini.

Ternyata mereka menunggu panggilan bukan untuk ruangan yang aq tuju, melainkan untuk ruangan yang disebelahnya. Oh, ini artinya antrianku tak begitu panjang..

Ramai sekali mobil dan motor yang lalu lalang didepan universitas negeri yang namanya juga menjadi nama rumah sakit ini, aq mengarahkan pandanganku ke jendela, berusaha mengabaikan rasa gelisah. Satu orang keluar dari ruangan itu. Muka orang itu kecut tapi terselip rasa bahagia, tersimpul dari senyumnya yang sebenarnya tak manis lagi jika ia menyadarinya. Kulirik beberapa orang yang duduk sederetan denganku, mencari tahu siapa lagi yang akan masuk. Dan tibalah giliran anak kecil yang menarik perhatianku sejak awal, karena aku iri padanya yang ditemani mama.

Beberapa waktu berselang, setelah anak kecil itu giliranku akan tiba.

Pintu berderek dari arah dalam. Hidungku kembang kempis, pupil mataku membesar dan mengecil. Giliranku!!
Rautnya tidak menyemburatkan apa-apa, dia hanya memegangi kapas kecil di sela-sela giginya, tangannya yang lain dipegangi mamanya. Sekali lagi kupastikan dan berharap rautnya akan berubah seperti hendak mengatakan bahwa mamanya sudah menipu dan menjebaknya bertemu dengan dokter ini, tapi tidak dia berlalu dengan biasa-biasa saja. Apakah peralatan besi yang tajam, yang jika menyentuh gusi akan terasa sakit dan membuat suara bising yang mengilukan itu tak memberikannya rasa takut??

Disinilah aku, didepan seseorang yang berjas putih, dengan masker di dagunya, dan sarung tangan plastic yang dikenakan. Dia memintaku untuk berbaring di singgasana itu, dan aku tak dapat berbuat apa-apa lagi. Disinilah aku, di depan seseorang yang mencoba membantuku dan mengatakan padaku jangan tegang, santai saja, sementara aku sudah lemas saat dia berkarya dengan peralatan besinya didalam mulutku. Dan disinilah aku, setia diperintah olehnya untuk berkumur-kumur sementara gusiku sudah dibiusnya. Sambil menahan tawa karena mendadak aku tak bisa berkumur dengan baik sebab sebagian mulutku tak bisa bergerak. Hahaha.. dan dokter itu pun tertawa melihat keadaanku.

Setiap kali aq akan bertemu kamu, aq selalu merasa takut, bukan karena dirimu, tapi karena rasa sakitnya, tapi setelah aq bertemu kamu, rasa sakit itu masih tetap ada, namun kemudian berangsur menjadi lebih baik dari sebelumnya. Terimakasih dok, sudah membantuku memecahkan masalah. :)